Education

Blog Operator Berisi Mengenai Tutorial Pendidikan

Powered by Blogger.
Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts

Sunday, January 24, 2016

Makalah Mekanisme Pembekuan Darah

PEMBAHASAN

A.     Pembekuan darah
Hemostasis merupakan pristiwa penghentian perdarahan akibat putusnya atau robeknya pembuluh darah, sedangkan thrombosis terjadi ketika endothelium yang melapisi pembuluh darah rusak atau hilang. Proses ini mencakup pembekuan darah (koagulasi ) dan melibatkan pembuluh darah, agregasi trombosit serta protein plasma baik yang menyebabkan pembekuan maupun yang melarutkan bekuan.
Pada hemostasis terjadi vasokonstriksi inisial pada pembuluh darah yang cedera sehingga aliran darah di sebelah distal cedera terganggu. Kemudian hemostasis dan thrombosis memiliki 3 fase yang sama:
1.      Pembekuan agregat trombosit yang longgar dan sementara pada tempat luka. Trombosit akan mengikat kolagen pada tempat luka pembuluh darah dan diaktifkan oleh thrombin yang terbentuk dalam kaskade pristiwa koagulasi pada tempat yang sama, atau oleh ADP yang dilepaskan trombosit aktif lainnya. Pada pengaktifan, trombosit akan berubah bentuk dan dengan adanya fibrinogen, trombosit kemudian mengadakan agregasi terbentuk sumbat hemostatik ataupun trombos.
2.       Pembentukan jarring fibrin yang terikat dengan agregat trombosit sehingga terbentuk sumbat hemostatik atau trombos yang lebih stabil.
3.       Pelarutan parsial atau total agregat hemostatik atau trombos oleh plasmin
Tipe trombos :
1.      Trombos putih tersusun dari trombosit serta fibrin dan relative kurang mengandung eritrosit (pada tempat luka atau dinding pembuluh darah yang abnormal, khususnya didaerah dengan aliran yang cepat[arteri].
2.      Trombos merah terutama terdiri atas erotrosit dan fibrin. Terbentuk pada daerah dengan perlambatan atau stasis aliran darah dengan atau tanpa cedera vascular, atau bentuk trombos ini dapat terjadi pada tempat luka atau didalam pembuluh darah yang abnormal bersama dengan sumbat trombosit yang mengawali pembentukannya.
3.      Endapan fibrin yang tersebar luas dalam kapiler/p.darah yang amat kecil.
Ada dua lintasan yang membentuk bekuan fibrin, yaitu lintasan instrinsik dan ekstrinsik. Kedua lintasan ini tidak bersifat independen walau ada perbedaan artificial yang dipertahankan.
B.      Faktor – faktor pembekuan darah
   Dalam pembekuan darah ada 13 faktor yang berperan yaitu :
1.       Faktor I
Fibrinogen: sebuah faktor koagulasi yang tinggi berat molekul protein plasma dan diubah menjadi fibrin melalui aksi trombin. Kekurangan faktor ini menyebabkan masalah pembekuan darah afibrinogenemia atau hypofibrinogenemia.
2.      Faktor II
Prothrombin: sebuah faktor koagulasi yang merupakan protein plasma dan diubah menjadi bentuk aktif trombin (faktor IIa) oleh pembelahan dengan mengaktifkan faktor X (Xa) di jalur umum dari pembekuan. Fibrinogen trombin kemudian memotong ke bentuk aktif fibrin. Kekurangan faktor menyebabkan hypoprothrombinemia.

3.      Faktor III
Jaringan Tromboplastin: koagulasi faktor yang berasal dari beberapa sumber yang berbeda dalam tubuh, seperti otak dan paru-paru; Jaringan Tromboplastin penting dalam pembentukan prothrombin ekstrinsik yang mengkonversi prinsip di Jalur koagulasi ekstrinsik. Disebut juga faktor jaringan.
4.      Faktor IV
     Kalsium: sebuah faktor koagulasi diperlukan dalam berbagai fase pembekuan darah.
5.      Faktor V
       Proaccelerin: sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif labil dan panas, yang hadir dalam plasma, tetapi tidak dalam serum, dan fungsi baik di intrinsik dan ekstrinsik koagulasi jalur. Proaccelerin mengkatalisis pembelahan prothrombin trombin yang aktif. Kekurangan faktor ini, sifat resesif autosomal, mengarah pada kecenderungan berdarah yang langka yang disebut parahemophilia, dengan berbagai derajat keparahan. Disebut juga akselerator globulin.

6.      Faktor VI
Sebuah faktor koagulasi sebelumnya dianggap suatu bentuk aktif faktor V, tetapi tidak lagi dianggap dalam skema hemostasis.

7. Faktor VII
      Proconvertin: sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif stabil dan panas dan berpartisipasi dalam Jalur koagulasi ekstrinsik. Hal ini diaktifkan oleh kontak dengan kalsium, dan bersama dengan mengaktifkan faktor III itu faktor X. Defisiensi faktor Proconvertin, yang mungkin herediter (autosomal resesif) atau diperoleh (yang berhubungan dengan kekurangan vitamin K), hasil dalam kecenderungan perdarahan. Disebut juga serum prothrombin konversi faktor akselerator dan stabil.
       8. Faktor VIII
         Antihemophilic faktor, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang     relatif labil dan berpartisipasi dalam jalur intrinsik dari koagulasi, bertindak (dalam konser dengan faktor von Willebrand) sebagai kofaktor dalam aktivasi faktor X. Defisiensi, sebuah resesif terkait-X sifat, penyebab hemofilia A. Disebut juga antihemophilic globulin dan faktor antihemophilic  A.

            9. Faktor IX
      Tromboplastin Plasma komponen, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif stabil dan terlibat dalam jalur intrinsik dari pembekuan. Setelah aktivasi, diaktifkan Defisiensi faktor X. hasil di hemofilia B. Disebut juga faktor Natal dan faktor antihemophilic B.

            10. Faktor X
      Stuart faktor, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif stabil dan berpartisipasi dalam baik intrinsik dan ekstrinsik jalur koagulasi, menyatukan mereka untuk memulai jalur umum dari pembekuan. Setelah diaktifkan, membentuk kompleks dengan kalsium, fosfolipid, dan faktor V, yang disebut prothrombinase; hal ini dapat membelah dan mengaktifkan prothrombin untuk trombin. Kekurangan faktor ini dapat menyebabkan gangguan koagulasi sistemik. Disebut juga Prower Stuart-faktor. Bentuk yang diaktifkan disebut juga thrombokinase.

11. Faktor XI
         Tromboplastin plasma yg di atas, faktor koagulasi yang stabil yang terlibat dalam jalur intrinsik dari koagulasi; sekali diaktifkan, itu mengaktifkan faktor IX. Lihat juga kekurangan faktor XI. Disebut juga faktor antihemophilic C.

12. Faktor XII
        Hageman faktor: faktor koagulasi yang stabil yang diaktifkan oleh kontak dengan kaca atau permukaan asing lainnya dan memulai jalur intrinsik dari koagulasi dengan mengaktifkan faktor XI. Kekurangan faktor ini menghasilkan kecenderungan trombosis.

13. Faktor XIII
         Fibrin-faktor yang menstabilkan, sebuah faktor koagulasi yang merubah fibrin monomer untuk polimer sehingga mereka menjadi stabil dan tidak larut dalam urea, fibrin yang memungkinkan untuk membentuk pembekuan darah. Kekurangan faktor ini memberikan kecenderungan seseorang hemorrhagic. Disebut juga fibrinase dan protransglutaminase. Bentuk yang diaktifkan juga disebut transglutaminase.

C.     Unsur – unsur dalam pembekuan darah
   Adapun unsur unsur yang berperan dalam pembekuan darah yaitu :

Ø   trombosit (keping-keping darah),yg sangat menentukan. Sel ini merupakan unsur terpenting di balik pembekuan darah. Dia berjalan2 diseluruh tubuh kita dalam aliran darah. Didalam trombosit ada Protein yang disebut faktor Von Willebrand yg bertugas memastikan, agar dalam perondaannya yang terus-menerus itu, trombosit ini tidak membiarkan tempat luka terlewati. Bila kulit tersayat, Trombosit/ keping darah akan berhenti.(jalannya terputus,lewat mana coba)Keping-keping yang terjerat di tempat terjadinya luka mengeluarkan suatu zat yang mengumpulkan keping-keping lain yang tak terhingga banyaknya di tempat yang sama. Sel-sel tersebut akhirnya menopang luka terbuka itu.
So,keping-keping tersebut mati setelah menjalankan tugasnya menemukan luka. Pengorbanan diri ini hanyalah satu bagian dari sistem pembekuan dalam darah.
Ø   Trombin adalah protein lain yang membantu proses pembekuan darah. Zat ini hanya dihasilkan di tempat yang terluka. Jumlahnya tidak boleh melebihi atau pun kurang dari yang diperlukan, dan juga harus dimulai dan berakhir tepat pada waktu yang diperlukan. Lebih dari dua puluh jenis zat kimia tubuh yang disebut enzim berperan dalam pembentukan trombin.

Ø  Enzim-enzim tersebut dapat merangsang perbanyakan trombin maupun menghentikannya. Proses ini terjadi melalui pengawasan yang begitu ketat sehingga trombin hanya terbentuk saat benar-benar ada luka sesungguhnya pada jaringan. Segera setelah enzim-enzim pembekuan darah tersebut mencapai jumlah yang memadai di dalam tubuh, Dalam waktu singkat sekumpulan serat membentuk jaring, was called fibrinogen yang terbuat dari protein-protein tadi.

Ø  Meanwhile-Sementara itu, keping-keping darah yang sedang meronda, terus-menerus terperangkap dan menumpuk di tempat yang sama. Apa yang disebut Gumpalan darah beku adalah Penyumbat luka yang terbentuk akibat penumpukan ini. Ketika luka telah sembuh sama sekali, gumpalan tersebut akan hilang.









D.    Proses pembekuan darah ( koagulasi )


Bila terjadi luka, trombosit akan pecah mengeluarkan trombokinase 
atau tromboplastin. Trombokinase akan mengubah protrombinmenjadi  trombin. Trombin mengubah fibrinogen menjadi fibrin yang berbentuk  benang-benang yang menjerat sel darah merah dan membentuk gumpalan  sehingga darah membeku.
Ø  Pembentukan Aktivator Protrombin:
    Mekanisme ini dimulai bila terjadi trauma pada dinding pembuluh darah dan jaringan yang berdekatan pada darah, pada setiap kejadian tersebut, mekanisme ini akan menyebabkan pembentukan aktivator protrombin.
Protrombin adalah senyawa globulin yang larut dan dihasilkan di hati
dengan bantuan vitamin K (perubahan protrombin yang belum aktif
menjadi trombin yang aktif dipercepat oleh ion kalsium (Ca)). Fibrinogen  adalah protein yang larut dalam plasma darah.


Aktivator protrombin ini dibentuk melalui 2 cara, yaitu jalur ekstrinsik yang dimulai dengan terjadinya trauma pada dinding pembuluh dan jalur intrinsik yang berawal di dalam darah itu sendiri.

a.      Langkah-langkah jalur ekstrinsik
yaitu pelepasan faktor jaringan atau tromboplastin jaringan, selanjutnya mengaktifasi faktor X, yaitu  ( Stuart faktor, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif stabil dan berpartisipasi dalam baik intrinsik dan ekstrinsik jalur koagulasi, menyatukan mereka untuk memulai jalur umum dari pembekuan)  yang dibentuk oleh kompleks lipoprotein dari faktor jaringan dan bergabung dengan faktor VII, yaitu  (Proconvertin: sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif stabil dan panas dan berpartisipasi dalam Jalur koagulasi ekstrinsik),  kemudian dengan hadirnya ion Ca2+ akan membentuk faktor X yang teraktivasi. Selanjutnya faktor X yang teraktivasi tersebut akan segera berikatan dengan fosfolipid jaringan, juga dengan faktor V untuk membenuk senyawa yang disebut aktivator protrombin.

b.      Langkah-langkah jalur intrinsik
   yaitu pengaktifan faktor XII yaitu factor Hageman faktor: faktor koagulasi yang stabil yang diaktifkan oleh kontak dengan kaca atau permukaan asing lainnya dan memulai jalur intrinsik dari koagulasi dan pelepasan fosfolipid trombosit oleh darah yang terkena trauma, kemudian faktor XII yang teraktivasi ini akan mengaktifkan faktor XI, yaitu factor  Tromboplastin plasma yg di atas, faktor koagulasi yang stabil yang terlibat dalam jalur intrinsik dari koagulasi, kemudian faktor XI yang teraktivasi ini akan mengaktifkan faktor IX, faktor IX yang teraktivasi bekerja sama dengan faktor VIII terakivasi dan dengan fosfolipid trombosit dan faktor 3 dari trombosit yang rusak, akan mengkatifkan faktor X. Disini jelas bahwa bila faktor VIII atau trombosit kurang maka langkah ini akan terhambat. Faktor VIII adalah faktor yang tidak dimiliki oleh penderita hemofilia. Trombosit tidak dimiliki oleh penderita trombositopenia. Faktor X yang teraktivasi akan bergabung dengan faktor V dan trombosit untuk membentuk suatu kompleks yang disebut aktivator protrombin.

Ø  Perubahan Trombin Menjadi Trombin:
Setelah aktivator protrombin terbentuk akibat pecahnya pembuluh darah maka dengan adanya ion Ca2+ dalam jumlah yang mencukupi, akan menyebabkan perubahan protrombin menjadi trombin. Trombosit juga berperan dalam pengubahan protrombin menjadi trombin, karena banyak protrombin mula-mula melekat pada reseptor protrombin pada trombosit yang telah berikatan pada jaringan yang rusak. Pengikatan ini akan mempercepat pembentukan trombin dan protrombin yag terjadi dalam jaringan dimana pembekuan diperlukan.


Protrombin adalah protein plasma yang tidak stabil dan dengan mudah pecah menjadi senyawa-senyawa yang lebih kecil, salah satu diantaranya trombin. Vitamin K juga sangat berperan dalam pembekuan darah karena kurangnya vitamin K akan menurunkan kadar protrombin sampai sedemikian rendahnya hingga timbul pendarahan.

Ø  Perubahan Fibrinogen Menjadi Fibrin:
Trombin adalah enzim protein dengan kemampuan proteolitik yang bekerja terhadap fibrinogen dengan cara melepaskan empat peptida yang berberat molekul rendah dari setiap molekul fibrinogen sehingga membentuk molekul fibrin monomer yang memiliki kemampuan untuk berpolimerisasi dengan molekul fibrin monomer yang lain. Dengan cara demikian, dalam beberapa detik banyak molekul fibrin monomer berpolimerisasi menjadi benang-benang fibrin yang panjang, sehingga terbentuk retikulum bekuan.

Namun benang-benang fibrin ini ikatannya tidak kuat dan mudah diceraiberaikan, maka dalam beberapa menit berikutnya akan terjadi proses yang akan memperkuat jalinan/ikatan tersebut. Proses ini melibatkan zat yang disebut faktor stabilisasi fibrin. Trombin yang tadi berperan dalam membentuk fibrin, juga mengaktifkan faktor stabilisasi fibrin yang kemudian akan membentuk ikatan kovalen antara molekul fibrin monomer, sehingga saling keterkaitan antara benang-benang fibrin yang berdekatan sehingga menambah kekuatan jaringan fibrin secara tiga dimensi.

Bekuan darah yang terdiri dari jaringan benang fibrin yang berjalan dari segala arah dan menjerat sel-sel darah, trombosit, dan plasma. Benang-benang fibrin juga melekat pada pembuluh darah yang rusak; oleh karena itu bekuan darah menempel pada lubang di pembuluh darah dan dengan demikian mencegah kebocoran darah.
E.     Gangguan pembekuan darah
a.      Hemofilia
      Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan.Darah pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya.
Penderita hemofilia kebanyakan mengalami gangguan perdarahan di bawah kulit; seperti luka memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar timbul dengan sendirinya jika penderita telah melakukan aktifitas yang berat; pembengkakan pada persendian, seperti lulut, pergelangan kaki atau siku tangan. Penderitaan para penderita hemofilia dapat membahayakan jiwanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.

              Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu :
c.       Hemofilia A
     yang dikenal juga dengan nama :
Hemofilia Klasik; karena jenis hemofilia ini adalah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan pada darah.
        Hemofilia kekurangan Factor VIII; terjadi karena kekurangan faktor 8 (Factor VIII)  yaitu Antihemophilic faktor, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang     relatif labil dan berpartisipasi dalam jalur intrinsik dari koagulasi, bertindak (dalam konser dengan faktor von Willebrand) sebagai kofaktor dalam aktivasi faktor X. Defisiensi, sebuah resesif terkait-X sifat, penyebab hemofilia A. Disebut juga antihemophilic globulin dan faktor antihemophilic  A.
protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.


Hemofilia B

-
Christmas Disease; karena di temukan untuk pertama kalinya pada seorang bernama Steven Christmas asal Kanada
-
Hemofilia kekurangan Factor IX; terjadi karena kekurangan faktor 9 (Factor IX)  yaitu Tromboplastin Plasma komponen, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif stabil dan terlibat dalam jalur intrinsik dari pembekuan. Setelah aktivasi, diaktifkan Defisiensi faktor X. hasil di hemofilia B. Disebut juga faktor Natal dan faktor antihemophilic B.
protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.


Gangguan itu dapat terjadi karena jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal, bahkan hampir tidak ada. Perbedaan proses pembekuan darah yang terjadi antara orang normal (Gambar 1) dengan penderita hemofilia (Gambar 2).
     Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukkan pembuluh darah yang terluka di dalam darah tersebut terdapat faktor-faktor pembeku yaitu zat yang berperan dalam menghentukan perdarahan.
a.
Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari pembuluh.
b.
Pembuluh darah mengerut/ mengecil.
c.
Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.
d.
Faktor-faktor pembeku darah bekerja membuat anyaman (benang - benang fibrin) yang akan menutup luka sehingga darah berhenti mengalir keluar pembuluh.
Gambar 1




a.
Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari pembuluh.
b.
Pembuluh darah mengerut/ mengecil.
c.
Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.
d.
Kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu, mengakibatkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna, sehingga darah tidak berhenti mengalir keluar pembuluh.

Gambar 2


sumber

Tuesday, December 29, 2015

Contoh Makalah Mempromosikan Kegiatan Sarapan Pagi

Contoh Makalah Mempromosikan Kegiatan Sarapan Pagi

Contoh Makalah Mempromosikan Kegiatan Sarapan Pagi





Kata pengantar



Puji dan syukur mari sama-sama kita limpah curahkan kepada tuhan semesta alam karena atas karuniaNya saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan sebaik mungkin walaupun masih jauh dari tahap sempurna karena saya masih dalam proses tahap pembelajaran.
Dalam makalah ini tersusun beberapa wacana dan sub tema tentang seluk beluk sarapan pagi, baik itu keburukannya manfaatnya tips-tipsnya maka dari itu anda wajib membaca makalah ini.
Semoga makalah ini dapat berguna khususnya bagi penulis umumnya untuk kalian semua sebagai pembaca yang budiman.
Terimakasih....



                                                                                           Garut, 2 Februari 2013


                                                                                                       Penulis








DAFTAR ISI


Kata pengantar…………………………………………………………………………...i

Daftar isi……………………………………………………………………………………ii

BAB I        PENDAHULUAN

a.    Latar belakang………………………………………………………........1
b.    Rumusan masalah……………………………………………………….1
c.    Maksud dan tujuan……………………………………………………….1

BAB II       ISI……………………………………………………………………………….2

BAB III      PENUTUP

a.    Kesimpulan………………………………………………………………..8
b.    Kritik dan saran ……………………………………………………………8

Daftar pustaka ……………………………………………………………………………..9
















BAB 1
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
           Makan pagi atau sarapan sangat bermanfaat bagi setiap orang. Bagi orang dewasa, makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja. Bagi anak sekolah, makan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran, sehingga prestasi belajar menjadi lebih baik.
   Namun dalam kenyataannya banyak orang dewasa atau anak anak itu jarang melakukan sarapan pagi entah itu karena memang tidak suka makan pagi atau karena malas atau bisa juga karena orang tuannya pula tidak menyediakan menu kesukaan anak pada sarapan pagi sehingga relatif banyak anak yang menghiraukan untuk melakukan sarapan pagi ini.
           Maka dari itu baca dan simaklah makalah ini sehingga anda mengetahui betapa pentingnya untuk melakukan sarapan pagi.

B. RUMUSAN MASALAH
Didalam makalah ini tersusun rumusan rumusan masalah antara lain?
1. apa manpaat sarapan pagi?
2. apa dampak buruknya jika kita tidak melakukan sarapan pagi
3. bagaimana menu yang seimbang untuk sarapan pagi?
4. bagaimana cara yang baik agar kita sesantiasa terbiasa untuk melakukan sarapan pagi?

C. MAKSUD DAN TUJUAN
Disusunnya makalah ini dimaksudkan agar pembaca sekalian lebih mengetahui tentang manfaat dari sarapan pagi, kemudian mengetahui damfak buruk apabila anda melewatkan sarapan pagi, sehingga andapun menjadi terbiasa setiap hari sebelum mengawali aktifitas baik itu sekolah ataupun untuk bekerja mari dahulukan dulu untuk melakukan sarapan pagi.





BAB II
ISI/PEMBAHASAN

Dibawah ini akan saya jelaskan tentang sarapan pagi agar teman sekalan dapat mempromosikan betapa pentingnya sarapan pagi kepada teman yang lain karena Fakta menunjukkan bahwa sebagian di antara Anda ada yang selalu mengawali hari dengan keadaan perut kosong. Ada yang mengklaim tidak punya cukup waktu untuk sarapan, ada pula yang berpikir bahwa kebiasaan makan pagi hanya akan membuat badan gemuk, ada yang karena belum adanya nafsu makan untuk menyantap sarapan pagi, ada juga yang merasa ribet karena begitu padatnya aktifitas, bahkan ada beberapa orang yang sudah menjadi kebiasaan tidak perlu sarapan pagi dan beranggapan tidak masalah jika makan pada siang harinya. Kemudian, kalau pun ada sarapan pagi, kadang dengan terburu-buru mempersiapkannya karena kegiatan sehari-hari yang sudah menunggu.
Mereka yang berpikir bahwa sarapan tidak penting justru keliru. Riset di Harvard University AS menunjukkan, orang yang teratur sarapan pagi memiliki kecenderungan hingga 50 persen tidak mengalami kegemukan ketimbang mereka yang melewatkan sarapan.
Makan pagi atau sarapan sangat bermanfaat bagi setiap orang.Bagi orang dewasa, makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja. Bagi anak sekolah, makan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran, sehingga prestasi belajar menjadi lebih baik.
Membiasakan makan pagi pada anak memang terasa sulit. Adanya citra makan pagi sebagai suatu   kegiatan yang dirasakan menjengkelkan perlu diubah menjadi salah satu kebiasaan yang disukainya. 

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengubah citra tersebut adalah sebagai berikut: 

·         Anak-anak perlu dibiasakan bangun lebih pagi, agar tersedia waktu yang cukup untuk makan pagi. 
·         Para orang tua hendaknya memberi contoh yang baik, yaitu membiasakan makan pagi. 
·         Pada saat makan pagi, sebaiknya anak ditemani oleh salah seorang anggota keluarga Orang tua dan guru hendaknya tidak bosan mengingatkan anak untuk selalu makan pagi, dan memberi penjelasan mengenai manfaat makan pagi. 
·         Bagi anak yang tidak sempat makan pagi, sebaiknya makanan dibawa ke sekolah. Untuk membiasakan anak-anak yg belum biasa makan pagi, perlu memakai cara bertahap. Mula-mula diberikan makan pagi dengan takaran (porsi) sedikit. Kemudian, secara bertahap, porsi makanan ditambah sesuai dengan anjuran.

Nah, supaya Anda lebih paham manfaatnya, berikut adalah penjelasan mengapa  sarapan memberi kebaikan bagi tubuh serta tips bagaimana menjadikannya sebagai gaya hidup :

1.  Sarapan dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan.
Setiap tubuh memerlukan zat-zat gizi untuk mendukung aktifitasnya , yang bersifat berkesinambungan dan terus-menerus. Zat-zat gizi tersebut meliputi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air yang semuanya berasal dari konsumsi makanan dan minuman kita sehari-hari. Zat-zat tersebut berperan sebagai penghasil tenaga, menggantikan sel-sel yang telah rusak dan menyokong kelangsungan kerja metabolisme didalam tubuh.
Makan malam biasanya dilakukan sekitar pukul 19.00 – 20.00 WIB. Di atas jam tersebut, biasanya lambung sudah tidak diisi makanan hingga pagi harinya. Sementara itu, kira-kira setelah 3 – 4 jam makan malam, lambung sudah kosong lagi karena semua makanan yang masuk sudah diserap dan kandungan zat-zat gizi sudah diedarkan ke seluruh tubuh. Hal itu menandakan bahwa sejak pukul 22.00 WIB ke atas lambung dalam keadaan kosong dan kekosongan ini berlangsung sampai pagi.
Kemudian selama tidur di malam hari, tubuh tetap melakukan kerja dan membutuhkan energi untuk proses metabolisme basal (energi yang diperlukan; minimal untuk melaksanakan proses hidup biologis tanpa melakukan kerja luar) seperti energi basal untuk aktifitas jantung, gerak alat pernafasan, gerak alat pencernaan, sekresi kelenjar-kelenjar, mempertahankan suhu tubuh, mengalirkan darah dan bagi keperluan organ-organ tubuh lainnya. Dengan tidak ada asupan makanan, maka energi diproduksi tubuh dengan mengambil persediaan glukosa darah yang mengakibatkan kadarnya menurun. Bila setelah bangun tidur asupan makanan tetap tidak ada (yakni tidak sarapan pagi), insya Allah mengakibatkan kadar gula darah menjadi sangat rendah dan keseimbangan kesehatan tubuh menjadi terganggu.
Seseorang yang kekurangan glukosa di dalam darahnya bisa menderita hipoglikemia dengan gejala-gejala lemas, kepala pusing, mengantuk, lesu dan letih yang semuanya ini sangat berpengaruh pada daya konsentrasi dalam berpikir dan bekerja. Bila kekurangan tersebut berlangsung terus, tubuh mengambil persediaan glikogen yang terdapat dalam cadangan lemak dalam tubuh, otot dan hati untuk memelihara keseimbangan glukosa dalam darah. Dan bila prose situ terus berlangsung maka lambat laun cadangan-cadangan itu akan menipis yang jika dibiarkan dapat mempengaruhi status gizi dan status kesehatan tubuh pun bakal terganggu.
Dengan demikian sarapan pagi dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan glukosa darah dan zat-zat lainnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa sarapan pagi memiliki peranan yang penting dalam menjaga keseimbangan glukosa darah.

2.  Sarapan bisa menurunkan berat badan.
Ketika Anda beraktivitas dengan perut kosong, tubuh akan membakar kalori secara lambat. Menurut ahli nutrisi penulis buku The F-Factor Diet Tanya Zuckerbrot, R.D., sarapan pagi setelah perut kosong semalaman dapat meningkatkan metabolisme, yang artinya pembakaran kalori sepanjang hari menjadi lebih efisien.   Namun Zuckerbrot menekankan bahwa kunci dari semuanya adalah jenis makanan yang Anda konsumsi.  Makanan dengan kandungan karbohidrat sederhana seperti donat akan membuat glukosa melonjak, kemudian turun drastis.  Ini juga menyebabkan Anda merasa lapar pada jam 11-an. 
Cara yang lebih baik adalah konsumsilah jenis berkarbohidrat kompleks seperti oatmeal atau roti gandum murni. Makanan dengan kadar serat tinggi dan rendah gula akan dicerna dengan lambat, sehingga menyediakan energi yang konstan dan membuat Anda tdak cepat lapar.
Studi tahun 2012 menemukan bahwa anak yang melewatkan sarapan cenderung lebih gemuk karena lebih mungkin untuk mengonsumsi terlalu banyak makanan berkalori tinggi dan minuman ringan bergula saat makan siang di sekolah    

3.  Sarapan tingkatkan kemampuan otak.
Riset para ahli dari Universitas Swansea Wales membuktikan bahwa pelajar yang selalu sarapan mencatat rata-rata skor 22 persen lebih tinggi ketimbang rekannya yang tidak sarapan. Ketika Anda bangun pagi,  sebagian besar energi  - dalam bentuk glukosa dan glikogen - telah habis terkuras oleh aktivitas sehari sebelumnya.  Menurut para ahli, glukosa adalah satu-satunya bahan bakar yang dibutuhkan otak. Tanpa glukosa yang cukup, Anda merasa lelah dan berkunang-kunang.
"Masa kanak-kanak adalah masa kritis seseorang di mana diet dan gaya hidupnya dapat berimplikasi langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup jangka panjang," kata Jianghong Liu, seorang peneliti dari University of Pennsylvania School of Nursing.
Tampaknya kebiasaan sarapan anak juga berkaitan erat dengan kualitas hidupnya kelak. Menurut penelitian yang dipimpin oleh Liu, kebiasaan sarapan anak berhubungan dengan IQ.
Para peneliti menganalisis data dari 1.269 anak berusia 6 tahun yang terlibat dalam studi China Jintan Child Cohort Study, terhadap kaitan antara kebiasaan sarapannya dengan kemampuan intelektualnya. Penelitian tersebut juga telah memperhitungkan faktor risiko untuk IQ rendah lainnya.
Hasilnya diketahui bahwa anak-anak yang secara teratur melewatkan sarapan memiliki skor IQ totalnya lebih rendah hingga sebesar 4,6 poin dibandingkan anak-anak yang rutin sarapan. Skor IQ kinerja antara anak-anak yang melewatkan sarapan adalah 2,50 poin lebih rendah, dan skor IQ verbalnya 5,58 poin lebih rendah.
`           Peneliti percaya bahwa sarapan sangat penting bagi anak-anak, yang otaknya masih akan melalui perkembangan kognitif. Otak akan lapar energi ketika bangun di pagi hari, karena semalaman perut tidak diisi makanan ketika tidur.
Sarapan dapat memasok bahan bakar penghasil energi yang dibutuhkan oleh otak. Selain itu, para peneliti menyarankan bahwa interaksi sosial yang anak terima dari makan sarapan bersama keluarga dapat mempromosikan perkembangan otak.
Mendengar percakapan orangtua yang positif secara teratur ketika sarapan dapat membantu anak-anak mengembangkan kosakatanya, belajar tentang pengetahuan umum, dan dapat berlatih memahami alur pembicaraan atau cerita.
"Sarapan yang teratur dengan makanan yang bergizi dapat meningkatkan IQ yang berpengaruh terhadap kesehatan fisik, mental serta kualitas hidup jangka panjang," jelas Liu kembali.

4.  Perlindungan terhadap sakit jantung.
Riset menunjukkan, wanita sehat yang melewatkan sarapan selama dua pekan memiliki kadar kolesterol buruk LDL lebih tinggi ketimbang mereka yang menyantap semangkuk sereal plus susu di pagi hari. 
Zuckerbrot menjelaskan, serat dapat mengikat kolesterol dan mempercepat eksresinya sebelum mencapai pembuluh arteri. Oleh sebab itu pula, penelitian 10 tahun yang dilakukan Harvard Nurses Health menyimpulkan bahwa asupan serat tinggi berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung hingga mencapai 50 persen. 

Untuk dampak buruk apabila kita meninggalkan kebiasaan sarapan pagi adalah kebalikan dari manfat yang kita dapat apabila kita melaksankan sarapan pagi, maka dari itu mulai sekarang laksanakan kebiasaan baik ini untuk kebaikan kita juga.

Susunan Menu Seimbang.

Sarapan pagi diharapkan bisa memasak kebutuhan tubuh akan zat-zat gizi guna
mendapatkan energi untuk beraktifitas. Sarapan pagi sedapat mungkin mengandung
25 % dari kebutuhan zat gizi selama sehari, dengan susunan menu yang seimbang,
yang berarti bahwa menu sarapan mengandung zat-zat gizi lengkap yang jumlah
serta mutunya seimbang hingga sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Menurut para ahli, susunan menu seimbang dalam sehari mengandung :

- Karbohidrat 60 - 70 %
- Protein 10 – 15 %
- Lemak 20 – 30 %

Untuk menyusun pilihan menu makan pagi, maka ada baiknya penjabaran hal hal di
atas bisa dilakukan dengan memanfaatkan prinsip “Empat Sehat Lima Sempurna”
sehingga disarankan alternative susuan dibawah ini:

- Sepiring Nasi/penggantinya
- Sepotong ikan/ayam/penggantinya
- Sepotong tempe/penggantinya, bisa dari kacang-kacangan
- Sayur 1 mangkuk
- Buah 1 potong
- Susu 1 gelas

Akan tetapi menu diatas masih perlu menyesuaikan dengan keadaan dan kondisi
tubuh secara individual, dimana masing-masing berbeda dalam hal tinggi, berat
badan, jenis kelamin, umur dan aktifitas sehari-hari apakah aktifitas itu ringan,
sedang atau berat. Jadi menu diatas belum tentu sama jumlahnya bagi setiap
induvidu.
Bagi golongan yang rawan gizi seperti balita, ibu hamil dan ibu menyusui, atau bagi mereka yang baru sembuh dari sakit, perlu sekali diperhatikan susunan menu diatas, termasuk minum susu. Karena pada usia rawan gizi ini sedang masanya
pertumbuhan dan perkembangan tubuh bagi balita, pertumbuhan janin bagi ibu hamil dan pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu menyusui dan sehabis sakit.
Perlu juga diperhatikan adanya variasi menu tiap hari. Dengan variasi, zat-zat gizi yang terkandung dalam setiap bahan makanan maka akan saling melengkapi untuk tubuh kita karena dimakan tiap hari selalu bergantian. Lauk dengan tahu, tempe, kacang-kacangan (kacang merah, kacang kedelai, kacang hijau) yang bergiliran tiap hari akan lebih baik dari pada lauk hanya dengan daging saja yang tidak berubah setiap harinya. Jadi, variasi menu disini juga penting untuk menjaga keseimbangan menu makanan.
Tips sarapan sehat :

1. Sarapan sebaiknya mengandung sekurangnya 5 gram serat, satu hidangan kalsium (setara dengan segelas susu atau yogurt) plus protein dan lemak. Batasi asupan gula hingga 6 gram (satu sendok setara 4 gram).

2. Jika  tak ada waktu sarapan di rumah, Anda bisa membawa roti isi dan susu untuk dinikmati  di perjalanan atau pun setelah sampai di tempat kerja.

3. Telur dalah bahan makanan yang relatif praktis dan mudah disajikan. Kandungan nutrisi dalam telur yakni vitamin A, B2, B6, B12, zat besi, kalium, kalsium, dan zat lain, sangat diperlukan tubuh kita.

4. Supaya bervariasi, kita boleh mengonsumsi  buah favorit untuk kebutuhan vitamin bagi tubuh.  Jika ada waktu di malam hari, blenderlah buah dicampur yogurt atau susu dan simpanlah di di lemari es untuk dikonsumsi pagi harinya.

5. Bila Anda selalu tidak merasa lapar saat pagi hari, Zuckerbrot menyarankan agar Anda menghentikan makan setelah pukul 20.00 malam hari. Dalam dua atau tiga pekan ke depan, jam biologis nafsu makan Anda akan berubah.  Setiap bangun pagi hari, Anda akan merasa lapar.

Manfaat sarapan pagi sangat baik untuk perkembangan dan pertumbuhan tubuh terutama untuk anak-anak.  Untuk membuat menu sarapan pagi yang sehat tidaklah sulit.  Banyak aneka resep sederhana yang bisa kita praktekan dalam rangka membiasakan sarapan pagi dalam keluarga kita.

Menu sarapan pagi yang itu-itu saja tentunya bisa akan membuat bosan dan mengurangi nafsu makan.  Maka dari itu kita harus bisa kreatif agar menu makanan pagi tetap menarik perhatian namun masih bernilai gizi tinggi.

Berikut ini adalah beberapa contoh menu makanan pagi yang dikutip dari Huffington Post

Menu sarapan pagi sehat
1. Buah pisang dengan selai kacang

Biasanya selai kacang dikombinasikan dengan roti, namun agar ada rasa baru maka kita bisa mengganti roti dengan buah pisang.  Buah pisang adalah salah satu makanan yang juga banyak mengandung protein dan kaya akan serat tinggi.  Menu sarapan pagi ini akan mampu untuk membuat perut tetap kenyang hingga siang hari.

2. Yoghurt Yunani dan kacang

Kelebihan Yoghurt yunani bila di bandingkan dengan yoghurt biasa yaitu kandungan proteinnya yang 2 kali lebih tinggi  dari yoghurt biasa.  Menu sarapan pagi yang dikombinasikan yoghurt yunani dengan kacang akan membuat asupan gizi tercukupi dengan baik.  Karena kacang adalah salah satu makanan yang banyak mengandung lemak sehat tak jenuh.

3. Telur rebus

Salah satu kelebihan telur  yaitu kandungan protein yang sangat tinggi dan sangat mudah untuk diserap oleh tubuh.  Oleh karena itu telur rebus bisa dijadikan menu makanan pagi yang menyehatkan.

4. Sereal dengan susu

Sereal adalah salah satu menu makanan yang dengan mudah bisa kita dapatkan di supermarket.  Dengan kombinasi susu dicampur sereal maka sudah bisa menjadi menu sarapan yang sangat baik untuk tubuh.  Untuk membuat menu ini tentulah tidak akan menghabiskan waktu yang lama.

5. Menu salad sayuran

Bagi para bunda yang jarang membuat salad, maka salad sayuran bisa dijadikan bahan latihan sebagai menu sarapan pagi.  Salad ini bisa dikombinasikan dengan yoghurt ataupun selai kacang.  Beberapa bahan yang sangat baik untuk dijadikan salad yaitu wortel, seledri dan kembang kol.

Bagi beberapa keluarga aktif, waktu pagi hari sangat pendek untuk sarapan pagi namun bukan berarti meninggalkan sarapan pagi.  Banyak menu sederhana yang dengan mudah untuk kita siapkan.  Mengingat manfaat sarapan pagi yang sangat baik untuk kesehatan.  Selain itu momen sarapan pagi akan membuat kita untuk lebih bangun awal dan tentunya akan menguatkan tali persaudaraan di dalam keluarga.









BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan.
Sarapan pagi adalah kegiatan yang sangat penting untuk kebaikan tubuh kita, serta banyak lagi manfaat lainnya maka dari itu mari sama-sama menggunakan sarapan pagi sebagai gaya hidup kita agar dapat terjaga kesehatan, meningkatkan IQ dan mengembalkan tubuh kita dari berbagai penyakit yang menghampiri.
B. kritik dan saran.
Mungkin dalam pembuatan makalah ini banyak hal yang harus diperbaiki, banyak kekeliruan yang harus disempurnakan maka dari itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sekalian saya sangat nantikan.





Daftar pustaka

Materi makalah ini dimabil dari beberapa sumber pustaka internet antara lain :
Http://www.al-maghribicendekia.com
Http://ngopisaja.blogspot.com
Http://www.meadjhonson.co.id
Http://islifetips.blogspot.com
Http://galeriakal.com
Http://wolipop.detik.com
Dan sumber sumber pustaka internet lainnya..
Back To Top